Harta itu tak semuanya dihabiskan hari ini. Masih ada hari esok yang lebih baik. Membutuhkan kesiapan yang tepat. Sehingga perlu kiat yang benar-benar hebat.
Pertama dengan tabungan pendem. Atau cara uang itu ditanam di tanah. Tentu dengan syarat hanya dia saja yang tahu dan tak mungkin disebarkan pada orang lain. Dan tempat itu dengan membuat lobang di tanah. Dan ditimbun bata. Dengan kode tertentu. Masing-masing lobang itu dibuat untuk jumlah lima jutanan.
Kedua tabungan cara jimpitan. Ibu itu melakukan setiap saat akan memasak nasi ia selalu menyisihkkan satu sendok berasnya. Setelah layak dijual maka uang itu masuk ke tabungan pendam. Begitu seterusnya dan tahu-tahu uangnya jadi banyak.
Ketiga pemberian dari anak selalu disimpan . Yha setiap anak-anaknya datang berkunjung selalu meninggali uang. Uang itu disimpan juga dalam tabungan pendam.
Cara menggunakan tabungan itu hanya untuk tujuan yang paling besar. Sehingga tak sembarang waktu diusik. Apalagi hanaya untuk hal-hal yang sepele.Tidajk ada yang dapat mengurangi tabungan itu.
Ternyata tabungannya itu bisa untuk pergi ke tanah suci. Dan terkuaknya malah sederhana saja. Desa itu ada pagebluk maling. Sering mengambil barang dan uang warga.
Padahal malah terjadi di siang bolong. Rupanya ini yang membuat rasa kawatirnya dan ia mengambil uang yang telah terkumpul itu untuk tujuan mulianya.
"Aku  tolong didaftarkan Umroh,Le!"
"Lha dapat uang darimana,Mbok?"
"Ini uangnya!"
Dengan kata sederhana orang tua itu menjelaskan pada anaknya. Dan cara ini telah dilakukan sejak lama. Ketika di hati telah tumbuh niat untuk berkunjung ke Tanah Suci. Dan segera wujudkan dengan langkah-langkah cerdasnya.