Target Inggris pasti ingin mengawinkan gelar Euro dan World Cup. Untuk yang pertama, tiga singa sudah tinggal dua langkah. Yang kedua masih akan dikejar tahun depan di Qatar.
Hingga mencapai tahap ini sejumlah kompetitor penting sudah berhasil disingkirkan pada fase sebelumnya. Skuad Inggris boleh dikata terbantu oleh jasa beberapa tim kuda hitam yang sebelumnya sempat diragukan kemampuannya.
Prancis kalah di tangan Swiss lewat adu penalti  4-5 (3-3). Belanda disingkirkan Ceko dengan skor 0-2. Dalam semifinal nanti Inggris beruntung cukup menghadapi satu kuda hitam  lagi yaitu Denmark.
Berbeda sendainya Inggris langsung dihadapkan dengan  Italia atau Spanyol. Tentu risiko gugur lebih besar.
Rival potensial lainnya yaitu Portugal berhasil dieliminasi oleh Belgia. Sementara Belgia sendiri kemudian tumbang di tangan Italia.
Bukan berarti tim tiga singa jalurnya bebas hambatan sama sekali.
Der Panzer Jerman yang merupakan salah satu favorit juara berhasil mereka taklukkan pada fase 16 besar dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut pasti meningkatkan moril secara signifikan dibanding mengalahkan tim-tim kelas menengah.
Selain faktor eksternal di mana sejumlah tim kuda hitam membantu melapangkan jalan, kualitas timnas asuhan Gareth Southgate ini juga terhitung sedang bagus-bagusnya.
Kepemimpinan Harry Kane mampu membawa Inggris melakoni laga demi laga secara hati-hati. Hingga fase perempat final kemarin belum satu pun gol bersarang di jala yang dikawal Jordan Pickford.
Harry Kane sendiri  masuk sebagai kandidat top scorer aktif bersama Raheem Sterling dan Kasper Dolberg (Denmark). Mereka masing-masing berhasil mengemas 3 gol sejauh ini. Kesempatan masih terbuka lebar untuk melewati rekor Cristiano Ronaldo dan Patrik Schick yang mencatat 5 gol pas.
Untuk perbandingan top performer di posisi garis depan, Inggris relatif lebih unggul. Peringkat Raheem Sterling (9) dan Harry Kane (22) berada di atas penyerang Denmark yang terdekat yaitu Kasper Dolberg (55), Mikkel Damsgaard (56), dan Yussuf Poulsen (59).