Mohon tunggu...
Agung Christanto
Agung Christanto Mohon Tunggu... Guru - guru SMA
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Dari Nol Menuju Puncak, Berbagi Inspirasi dengan Keteguhan Hati

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Penumpang di Halte

30 April 2024   08:04 Diperbarui: 30 April 2024   08:14 37
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Judul: "Penumpang di Halte"

Di halte, penumpang menunggu dengan sabar,
Sementara sengkela roda waktu menghimpit, takkan kembali.
Tunggu yang tak berkesudahan, di bawah sinar mentari pagi,
Dalam kerinduan yang tak terungkap, di relai perjalanan hidup.

Matahari naik, langit biru terbentang luas,
Namun beban berat masih menekan, sengkela tak terlepas.
Penumpang menatap jauh, mencari harapan di cakrawala,
Namun sengkela tetap setia, mengikat langkah yang melangkah.

Hati penumpang dipenuhi keraguan dan kekhawatiran,
Namun mereka tetap berdiri, menunggu dengan penuh kesabaran.
Sengkela roda waktu terus berputar, tak henti-hentinya,
Mengingatkan akan keterbatasan dan keterikatan pada takdir.

Di halte kehidupan, kita semua adalah penumpang,
Menunggu perjalanan yang tak terelakkan, di relai waktu yang tak terhentikan.
Namun dalam kesabaran dan kepercayaan, kita menemukan ketenangan,
Meskipun sengkela roda waktu terus menghimpit, kita tetap berharap, takkan kembali.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun