Saya termasuk orang, enggan bepergian jauh (apalagi kalau urusannya sekedar main). Pun ketika mendengar daerah Tiga Raksa Tangerang, saya berhitung (waktu, tenaga, biaya) apabila datang ke tempat ini.
Tetapi pendirian ini mendadak goyah, ketika bulan November baru saja diambang. Dan Pondok Lansia Berdikari di Kampung Tengah, Tiga Raksa Tangerang adalah alasannya. Mendengar namanya, seperti ada kekuatan yang meringankan dua kaki melangkah.
Saya merencanakan beberapa minggu sebelumnya, mencari informasi menuju tempat dituju. Dan saya tidak ingin datang dengan tangan hampa, musti ada yang dibawa. Pastinya ingin melihat senyum mekar di bibir keriput itu, ingin meninggalkan kesan dan kenangan baik.
----
Keputusan ini sebenarnya tidak tiba-tiba, kebetulan saya kenal pengurus Panti. Pada bulan Sembilan melalui Ketapels, kami mengunjungi Panti Lansia Berdikari (khusus kakek) di BSD City Tangsel. Dari kunjungan terdengar kabar, bahwa Panti sedang membangun gedung baru. Pembangunan sudah berjalan lima tahun, jatuh bangun terkendala ini dan itu (utamanya dana).
Gedung sekarang ditempati ada di perumahan, statusnya menyewa. Tak jarang mendapat protes dari warga sekitar, karena dianggap berisik dan menganggu. Selepas kunjungan ini saya kepikiran, mencari cara untuk membantu.
Keajaiban datang, tidak sampai satu jam saya mendapat inbox. Seseorang bersedia membeli, bahkan tanpa menawar (harga sesuai di onlineshop).
Dan moment ini berkelindan, beberapa teman menyatakan ikut nitip donasi. Hari hari mendekati jadwal kunjungan, semangat semakin berkobar.
Rabu istimewa tiba, pagi-pagi saya mengambil nasi (titipan donatur) untuk Lansia. Perjalanan relatif lancar sesuai rencana, tidak sampai satu jam tiba di lokasi. Alhamdulillah dua tangan ini tidak hampa, berkat penjualan produk dan titipan teman.