Mohon tunggu...
Agung Han
Agung Han Mohon Tunggu... Wiraswasta - Blogger Biasa

Part of #Commate'22- Now - KCI | Kompasianer of The Year 2019 | Fruitaholic oTY'18 | Wings Journalys Award' 16 | agungatv@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Seberapa Lama, Sebaiknya Menumpang Tinggal di Rumah Saudara

11 November 2019   14:33 Diperbarui: 25 Juni 2021   02:39 531
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Menumpang Tinggal di Rumah Saudara (hipwee.com)

Bagi anak desa kebanyakan (saya termasuk di dalamnya), selepas hari kelulusan SMA, biasanya memutuskan merantau ke kota. Memilih bertahan dan tinggal di kampung halaman, bagi sebagian anak muda rasanya kurang menarik. Karena minim sarana dan prasarana, serta kesempatan untuk berkembang di kampung tidak seluas di kota.

Sebelumnya ingin saya tegaskan, bahwa bukan berarti memilih tinggal dan menetap di Kampung sebagai pilihan yang salah ya. Ada banyak saudara kita, setelah pintar dan sukses justru balik dan membangun desanya.

Jalan raya di depan rumah orangtua saya (rumah kami di pinggir jalan utama), tampak kesibukan hanya di pagi hari (subuh sampai jam 9-an).  Ramai dengan anak berangkat sekolah, serta para ASN ke kantor, petani ke sawah dan pedagang ke pasar.

Baca juga : Yakinkah Kita Benar Tinggal di Indonesia? Bukan Menumpang?

Setelah itu jalan raya berangsur sepi, selepas tengah hari mulai ramai anak berangkat sekolah siang dan ada ASN serta anak sekolah pulang yang sekolah masuk pagi. Kemudian jalanan sepi lagi, baru menjelang magrib ramai anak sekolah (masuk siang) baru balik ke rumah. Petani pulang dari sawah, beberapa pedagang dari kota ada pulang sebelum ashar.

dokpri
dokpri
Kalau mau bepergian ke kota, sebaiknya berangkat sebelum ashar karena masih ada kendaraan umum arah ke kota . Kecuali memiliki kendaraan sendiri, lebih leluasa bepergian kapanpun sekehendak hati.

Keputusan merantau cukup beralasan bagi anak muda, yang ingin kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri pada umumnya kampus adanya di kota setingkat ibukota provinsi (sebagian kecil di kotamadya). Dan satu alasan lagi merantau, yaitu ingin mencari pengalaman dan memperluas pergaulan.

(Tak mengherankan, kami anak kampung yang puluhan tahun merantau, begitu pulang kampung rasanya kagok dan bingung kurang banyak pilihan kegiatan).

Baca juga : Menumpang Tinggal di Rumah Kerabat

----

Awal mula merantau,  sebagian diantara kami ada yang memilih tinggal dengan menumpang di rumah saudara. Karena masih sangat baru menginjakkan kaki di kota besar, butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Tinggal menumpang di rumah saudara, setidaknya punya tempat dijadikan jujugan dan yang dituakan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun