Bagi anak desa kebanyakan (saya termasuk di dalamnya), selepas hari kelulusan SMA, biasanya memutuskan merantau ke kota. Memilih bertahan dan tinggal di kampung halaman, bagi sebagian anak muda rasanya kurang menarik. Karena minim sarana dan prasarana, serta kesempatan untuk berkembang di kampung tidak seluas di kota.
Sebelumnya ingin saya tegaskan, bahwa bukan berarti memilih tinggal dan menetap di Kampung sebagai pilihan yang salah ya. Ada banyak saudara kita, setelah pintar dan sukses justru balik dan membangun desanya.
Jalan raya di depan rumah orangtua saya (rumah kami di pinggir jalan utama), tampak kesibukan hanya di pagi hari (subuh sampai jam 9-an). Â Ramai dengan anak berangkat sekolah, serta para ASN ke kantor, petani ke sawah dan pedagang ke pasar.
Baca juga : Yakinkah Kita Benar Tinggal di Indonesia? Bukan Menumpang?
Setelah itu jalan raya berangsur sepi, selepas tengah hari mulai ramai anak berangkat sekolah siang dan ada ASN serta anak sekolah pulang yang sekolah masuk pagi. Kemudian jalanan sepi lagi, baru menjelang magrib ramai anak sekolah (masuk siang) baru balik ke rumah. Petani pulang dari sawah, beberapa pedagang dari kota ada pulang sebelum ashar.

Keputusan merantau cukup beralasan bagi anak muda, yang ingin kuliah ke Perguruan Tinggi Negeri pada umumnya kampus adanya di kota setingkat ibukota provinsi (sebagian kecil di kotamadya). Dan satu alasan lagi merantau, yaitu ingin mencari pengalaman dan memperluas pergaulan.
(Tak mengherankan, kami anak kampung yang puluhan tahun merantau, begitu pulang kampung rasanya kagok dan bingung kurang banyak pilihan kegiatan).
Baca juga : Menumpang Tinggal di Rumah Kerabat
----
Awal mula merantau, Â sebagian diantara kami ada yang memilih tinggal dengan menumpang di rumah saudara. Karena masih sangat baru menginjakkan kaki di kota besar, butuh waktu untuk menyesuaikan diri. Tinggal menumpang di rumah saudara, setidaknya punya tempat dijadikan jujugan dan yang dituakan.