Sehingga merupakan sebuah alam kebaikan bagi seseorang tatkala ia berkenan menyingkirkan duri dari jalan yang berpotensi melukai orang lain. Termasuk diantaranya adalah mereka yang berkenan hati menjadi sukarelawan pembersih paku-paku jalanan.
Fakta menarik ditunjukkan oleh salah seorang sukarelawan pemungut paku jalanan terkait aksi sosial yang dilakukannya. Dari sisiran yang ia lakukan ternyata berhasil "dijaring" paku-paku dengan jumlah yang tidak sedikit. Angkanya berkilo-kilogram, dan bahkan saat diakumulasi selama periode waktu tertentu bisa mencapai "ton". Luar biasa.Â
Mungkinkah paku-paku sebanyak itu jatuh secara tidak sengaja? Apapun yang terjadi, keberadaan paku di jalanan sudah cukup banyak merugikan pengguna jalan. Sampai kapan keberadaan paku dijalanan terus "menghantui" pengguna kendaraan beroda "karet"?
Selama roda ban kendaraan masih menggunakan angin sebagai komponen penunjang utamanya, maka bisa jadi selama itu pula ancaman paku akan terus mengikuti. Terkecuali suatu saat nanti ada implementasi teknologi baru pada ban yang tidak lagi bergantung pada angin.Â
Dahulu dan sebagian kecil kendaraan beroda saat ini ternyata ada yang masih mampu bertahan dari "serangan" paku. Kereta kuda yang hanya berodakan kayu semata adalah salah satunya. Ban baru teknologi keluaran Michelin mungkin juga bisa menjadi solusi dimasa depan.Â
Sebuah ban tanpa udara yang tidak perlu dipompa angin dan anti bocor oleh tusukan paku. Namun kita harus bersabar menanti peluncuran produk ini beberapa waktu mendatang.Â
Selama menunggu saat itu, mungkin kita benar-benar harus berterima kasih kepada sukarelawan pembersih paku karena atas jasa mereka frekuensi kebocoran ban kita bisa dikurangi. Setidak-tidaknya jumlah pengguna kendaraan yang bannya bocor tidak bejibun jumlahnya.
Agil S Habib
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H