Mohon tunggu...
Fandi Sido
Fandi Sido Mohon Tunggu... swasta/hobi -

Humaniora dan Fiksiana mestinya dua hal yang bergumul, bercinta, dan kawin. | @FandiSido

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Drama di Cipayung

10 Maret 2013   02:58 Diperbarui: 24 Juni 2015   17:03 185
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

*

Membumi tak selalu mengasihi.

Ketika datang seorang anak menenteng jerigen bensin, orang-orang diam.

Berpaling

Barangkali apa yang dibawa anak itu bukan gambaran bagaimana rezeki tertumpah di atas tanah.

**

Kemudian anak itu mengisi jerigennya penuh-penuh, mengangkatnya ke pundak untuk dijual.

Ia berteriak, "Beras ... beras!" yang tak dibawanya.

Anak itu menggaruk kaki dengan kaki, menghalau debu setelah debu.

Jerigen masih terisi dua

dan mungkin akan tetap seperti itu sampai pulang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun