Tak jarang beban dan tuntutan pekerjaan membuat seseorang bekerja lembur hingga larut malam. Hal tersebut dilakukan agar pekerjaan yang dibebankan padanya selesai tepat waktu.Â
Padahal, terus-terusan memforsir diri seperti ini justru tak baik. Bukannya senang karena berhasil menyelesaikan pekerjaan sesuai target, yang muncul adalah rasa tertekan. Jika dibiarkan tak hanya semangat dan energi yang turun, tapi kesehatan diri pun jadi taruhan.
Jika ada di  titik ini, ada baiknya mengambil cuti dan pergi liburan. Dengan demikian kesehatan fisik dan mental terjaga. Lalu bagaimana jika waktunya tak memungkinkan untuk refreshing sejenak dengan liburan? Jika demikian staycation merupakan jawabannya.
Staycation menurut Cambridge  dictionary artinya liburan di rumah atau di dekat rumah. Gampangnya kita menjadi wisatawan di kota sendiri. Belakangan staycation menjadi gaya hidup yang digemari banyak orang di berbagai belahan dunia. Salah satunya Indonesia.Â
Tren ini merujuk pada jenis liburan singkat tanpa harus bepergian jauh. Jadi cocok bagi mereka yang ingin healing namun tidak memiliki banyak waktu. Cukup menginap satu atau dua malam di hotel atau  penginapan, kemudian menikmati fasilitas yang ada di sana. Namun, tak jarang keinginan untuk staycation malah bikin kita ribet sendiri. Untuk menghindarinya, berikut ini empat tips buat kamu yang ingin staycation anti ribet:
1. Rencanakan dengan matang
Buatlah persiapan matang sebelum berangkat staycation agar nantinya tidak kebingungan. Â Hendak ke mana, tinggal di mana, berapa lama, plus berapa budget yang harus dikeluarkan. Jadi tidak kebingungan sendiri nantinya.
2. Packing seperlunya
Tak perlu membawa seluruh baju hanya untuk tinggal di hotel selama satu atau dua hari. Selain berat, membawa banyak barang juga merepotkan.
3. Jangan melihat email saat staycation