Museum memang tempat peninggalan bersejarah yang sudah ada sejak dulu berfungsi untuk mengumpulkan, menyimpan, dan juga melestarikan warisan kebudayaan. Di Indonesia sudah banyak tersebar museum-museum bersejarah yang pastinya memiliki cerita di dalamnya.Â
Di Jakarta ada satu dari sekian museum peninggalan Belanda yang wajib di kunjungi nama museumnya adalah Museum Prasasti atau bisa disebut Taman Prasasti. Museum ini berlokasi di Jakarta Pusat. Waktu operasionalnya yaitu Selasa-Minggu pukul 09.00-15.00 WIB.Â
Masuk ke dalam museum hanya 5000 rupiah saja. untuk bisa sampai ke museum ini pengunjung bisa memesan ojek online atau berjalan kaki dari halte busway monas.Â
Bisa juga dengan menggunakan angkutan umum dan kendaraan pribadi. Untuk menggunakan transjakarta hanya sampai halte monas saja karena lokasi museum tidak terjangkau oleh bus transjakarta.
Taman Prasasti ini dulunya adalah pemakaman. Pemakaman ini menjadi pemakaman yang precious karena banyak sekali pejabat pemerintah, pelaku sejarah, selebritis di masanya, tokoh militer yang di makam kan disini.Â
Taman Prasasti ini awalnya pemakaman Belanda yang  di bangun pada tahun 1795 yang merupakan pemakaman umum modern pertama di dunia dan pemakaman ini mempunyai lahan yang cukup luas sekitar 5,5 hektar yang namanya pada saat itu adalah kebon jahe kober atau orang belanda menyebutnya  car of ran. Â
Pemakaman ini mulai di pugar oleh gurbernur Alex Sadhikin pada tahun 1975 jadi luas awal yang 5,5 hektar pun di perkecil menjadi 1,5 hektar dan pada akhirnya setelah di perkecil semua jenazah di tempat ini di pugar lalu sebagian jenazah di kembalikan lagi ke belanda sebagian lagi di bawa ke tanah kusir dan menteng pulo untuk di massal di sana dan setelah pengangkatan jenazah selesai dan setelah itu  di resmikan menjadi museum pada tanggal 9 juli 1977.
Museum Prasasti ini pertama kali di Jakarta namun setelah di perkecil luas tanahnya kemudian makam nya di pindahkan ke 27 provinsi. Jika dilihat dari depan museum bangunan ini tak begitu luas dan tinggi.Â
Ketika masuk ke dalam kita sudah di suguhi dengan pemandangan taman makam yang luas serta tanaman pohon rindang di sekelilingnya. Museum ini adalah museum terbuka yang menampilkan koleksi di luar ruangan. Banyak patung-patung putih yang banyak di letakkan di sekitaran makam.
"beda dengan museum-museum lain yang pasti gambaran museumnya adalah bangunan besar yang di dalamnya berisikan barang-barang antik sedangkan kita adalah berupa taman yang koleksi kita tersebar di ruangan terbuka jadi kalo masuk museum ini ya siap kalo panas yaa kepanasan kalo hujan yaa minggir seperti itu" ujar Eko Wahyudi.
Selain belajar sejarah di tempat ini museum prasasti juga menawarkan spot-spot untuk fotografer karena belakangan ini banyak orang pemakai sosial media seperti facebook, twitter, instagram yang mana mereka selalu upload foto-foto terbaik mereka jadi tempat ini menjadi salah satu tempat favorit juga untuk kegiatan pemotretan.
Biasanya museum ini dijadikan tempat untuk kegiatan study tour para siswa siswi dan juga mahasiswa. Museum ini juga menyediakan tour guide nya sebagai yang memberikan informasi dan juga mengajak berkeliling museum.Â
Kalau sudah dengar kata makam pasti kita dengan mudah menyerap dengan cepat jika makam adalah tempat yang mistis atau horror. Tapi jika ke museum prasasti ini meski ini makam namun tak ada kejadian mistis yang pernah terjadi disini. Bagi yang penasaran bagaimana suasana museum saat malam hari. Kita bisa saja mengajukan permintaan kepada pengelola museum.
"Kalo malem kita permintaan khusus. Iyaa kalo ada permintaan khusus dan di setujui oleh pengelola maka kita bisa adakan acara di malam hari." Kata Edi Wahyudi.
Setelah di setujui oleh pihak pengelola kemudian bisa masuk ke dalam museum pada malam hari tentu didampingi oleh guide. Acara malam biasanya hanya keliling JMM (Jalan Malem Museum) tanpa melakukan kegiatan lain ada juga workshop dan juga games. Games nya itu mencari koleksi-koleksi di sekitaran museum.
Koleksi yang berada di dalam museum menjadi yang paling menarik untuk di bahas karena kisah di balik ceritanya itu sangat berbeda-beda.
Hal yang pertama kali kita jumpai saat masuk museum adalah koleksi patung yang di namai patung batu menangis. Cerita bermula ketika seorang istri yang baru beberapa bulan menikah suaminya tiba-tiba meninggal karena penyakit malaria dan dia tak kuat menahan kesedihan pada akhirnya dia memutuskan untuk bunuh diri dan keluarganya memesan batu seperti ini agar setiap orang-orang yang datang kesini itu bisa merasakan kesedihan yang dia alami.
Disamping patung batu menangis ada makam Dr. Hermanus Frederik Roll dia adalah pendiri Stovia yang sekarang kita kenal dengan fakultas kedokteran UI Salemba jadi ni dr. roll ini membangun stovia pada tahun 1902.Â
Disini ia memakamkan dua jenazah yaitu Dr. HF Roll sendiri dan anaknya. Dan ini adalah salah satu batu nisan yang tidak berubah-rubah tempatnya jadi dari awal pemakaman hingga sekarang tidak mengalami perubahan.
Dan berikutnya merupakan pemakaman yang masih asri juga namanya  Van Delden jabatannya kalau sekarang setara dengan menteri perdagangan jadi dia yang membuka jalur perdagangan dari Batavia ke Australia juga dia menulis buku berjudul a voyage to Australia berbeda dari yang lain adalah jasad Van Delden tidak di makamkan di dalam tanah jadi sengaja dibuat peti-peti seperti ini untuk menaruh jenazah dia dan keluarganya.Â
Selanjutnya ada Kapiten jas salah satunya makam yang di percaya bahwa jazadnya masih ada sampai sekarang karena pada saat pembongkaran di atas makam kapiten jas itu ada pohon beringin yang sangat besar sekali sehingga para petugas tak ada yang berani membongkar hingga sampai sekarang hanya makam Kapiten Jas saja yang belum tersentuh.
Beralih ke sebelah kiri museum ada makam Olivia Mariamne Raffles istri pertama gubernur Thomas S. Raffles pada saat itu Olivia lebih senang tinggal di bogor dan Raffles kemudian membuatkan taman bunga modern yang sekarang dikenal sebagai kebon raya Bogor.Â
Ketika ia meninggal, Raffles ingin sekali memakamkan istrinya disana tetapi sayangnya ia sudah punya wasiat ingin di makamkan di dekat sahabatnya Jon Casper Layden.Â
Hingga saat ini makamnya masih berdampingan dan karena tak bisa memakamkan istrinya di kebun raya Bogor Raffles kemudian membuat tugu cinta di sana yang di dalamnya ada puisi-puisi cinta yang di buat khusus untuk istrinya.
Jalan ke depan menuju makam Jenderal Mayor Victor salah satu panglima Belanda yang saat itu bertugas untuk berperang melawan pangeran Diponegoro pada tahun 1829.Â
Dia pernah bertemu dengan pangeran di daerah Kedu Selatan dan berhasil mengambil tombak sakti sang pangeran yaitu Kiyai Rondan. Tombak itu bisa memberi tanda kalau sang pangeran dalam keadaan bahaya. (museum sejarah Jakarta : pangeran diponegoro).
Di pertengahan sebelah kanan museum ada makam dan patung pastur Vandell Flington pastur yang terkenal di Batavia salah satu jasa nya yaitu membuat rumah panti asuhan vin sen sius  yang sekarang di daerah Kramat. Lukisannya disini.. karena dia mencoba menyelamatkan anak-anak terlantar orang luar suka dengan orang pribumi. Ada seorang anak yang tidak diakui oleh orang tuanya akhirnya di selamatkan oleh Vandell Flington ini dengan membuat yayasan panti asuhan.
Pemakaman orang pribumi (Sok Hok Gie)Seorang aktivis mahasiswa dia kuliah di fakultas sastra sejarah  Universitas Indonesia yang meninggal di gunung semeru saat  merayakan ulang tahun ke 27. Dia juga yang menentang kediktatoran berturut-turut dari Presiden Soekarno. Kisahnya sudah di muat ke dalam film yang berjudul 'Gie'.
Beralih ke belakang ada makam Miss Riboet selebritisnya orang-orang Batavia. ia terkenal dengan opera jianette the lavega seorang perampok wanita yang ahli memainkan pedang.Â
Dia juga seorang penyanyi handal yaitu nina mana kondemu, koki naik taksi, hitam-putih itu adalah salah satu lagu-lagu popular di jamannyaa. Lagu-lagu itu yang di nyanyikan oleh Miss Riboet turunannya yaitu srimulat dan musisi-musisi keluarga lesmana (Jack Lesmana, Mira Lesmana, Indra Lesmana) merupakan keturunan langsung.
Selanjutnya di deretan belakang museum ada makam Van Jeremias Reinsdik gubernur jenderal Belanda yang ke 29. Gubernur jenderal yang menghibahkan tanahnya di sini untuk dijadikan pemakaman lewat anaknya jadi anaknya ventinius mewarisi kekayaan si ayahnya lalu ia menghibahkan tanahnya disini seluas 5,5 hektar.
Masih sederetan dengan Van Jeremias Reinsdik ada makam Dr, John lier Brenders. Seorang ahli sastra jawa kuno seorang filologi ahli bahasa kuno atau leksikografi seorang ahli menyusun kamus bahasa langka macem-macem yang berhubungan dengan arkeolog. Salah satu jasa nya yaitu ia menemukan kitab kakawin negarakretagama dan pararaton pada tahun 1894 dan 1897.Â
Kitab Kakawin Negarakretagama  itu kitab yang menceritakan kerajaan majapahit secara detail dan sangat berharga. Maka dari itu kita bisa membuat film kolosal secara detail tentang bagaimana yang terjadi pada masa kerajaan majapahit itu dari kitab kakawin negarakretagama. Terutama pada saat raja Hayamwuruk.
Mr. Pieter Gerhardus Van Overstraten gubernur VOC terakhir sebelum bangkrut. Dia memerintah selama 5 tahun dan salah satu jasa nya yaitu ketika dia membeli rumah mewah milik keluarga Je Avan Bram untuk dijadikan kantor. Sekarang rumah tersebut atau kantor tersebut adalah istana negara.
Johan Jakoperri seorang komandan militer yang salah satu jasanya ikut penangkapan pangeran diponegoro ini di daerah magelang. Untuk mengenang jasa nya pemerintah belanda  membuatkan monumen berarsitektur gothic sebagai batu nisan nya. ini adalah spot favorit untuk foto-foto atau prewedding dan sebagainya.
Selanjutnya makam pemberontak Petter Albarfat Jadi beliau adalah salah satu orang asing yang tinggal di kota Batavia tapi ia sering di hina karena ia berdarah campuran jerman-asia atau jerman-thailand jadi dia berencana untuk mengadakan pemberontakan karena ia sering di hina oleh  orang yang tinggal di Batavia dari campurannya itu jerman-asia atau jerman-thailand untuk mewujudkan rencana nya ia menggandeng raden ateng dari Cirebon untuk memperbanyak pasukan tapi sayangnya niatnya keburu ketahuan.Â
Lalu dia di hukum di Tarik mengunakan empat ekor kuda berlawanan arah jadi dia disaksikan oleh orang-orang pribumi dan di Tarik kepalanya dipenggal lalu tancep kepalanya di besi. Itu sebagai peringatan siapapun yang berani memberontak akan berakhir seperti Petter.
Peti yang digunakan untuk membawa jenazahnya bung Karno ke rumah sakit wisma yaso atau museum Satria Mandala sekarang. Bung Hatta sampai ke tanah kusir karena beliau ini ingin di makamkan di tengah-tengah rakyat.
Selanjutnya Usko ke 4 di kota Batavia. Usko atau imam merupakan predikat atau sebutan kehormatan bagi kaum klerus atau katholik. Dia yang membangun gereja katholik pada zaman itu, tapi sayangnya belum sempat melihat gereja nya selesai ia sudah meninggal. Usko ke 4 disebutnya mongsinyur.
Dan akhir dari koleksi di museum ini adalah bangunan cagar budaya yang di bangun pada tahun 1884. Bangunan ini bertepatan di awal kita memasuki museumnya.Â
Memiliki dua ruangan yang biasanya dipergunakan untuk menyemayamkan jenazah jadi yang sebelah kiri untuk perempuan yang sebelah kanan untuk laki-laki atau disebutnya rumah duka.
Di loket masuk juga ada miniature makam tradisional dari berbagai propinsi, mulai dari Jawa, Bali, Sumatra, dan Kalimantan. Koleksi kita tersebar di 27 propinsi.
Miniature mini ini adalah makam pribumi khususnya para pahlawan terdahulu yang bisa kita lihat pada museum prasasti selain koleksi yang ada di dalam dan juga bagaimana prosesi adat saat di semayamkan. Di museum prasasti tadi bukan hanya makam kolonial Belanda saja namun pemakaman VOC, pemakaman Hindia-Belanda ada pemakaman tradisional.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI