Uni Emirat Arab (UEA) disebut-sebut berperan menjadi penengah dalam mediasi antara dua negara tetangga, India dan Pakistan. UEA dipandang memainkan peran yang strategis dalam upaya perdamaian tersebut karena memiliki hubungan komersial dan diplomatik dengan kedua negara.
Menurut pejabat yang mengetahui masalah tersebut, peran UEA dalam mengupayakan gencatan senjata antara India dan Pakistan sangat signifikan. UEA dilaporkan mulai mencoba mendamaikan kedua belah pihak beberapa bulan sebelumnya.
Pejabat yang berbicara tanpa menyebutkan nama, mengatakan gencatan senjata adalah langkah pertama menuju perdamaian abadi India-Pakistan yang akan mengakhiri pertikaian yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Sekitar dua minggu sebelum gencatan senjata dijanjikan, menteri luar negeri UEA menelepon Perdana Menteri Pakistan Imran Khan "di mana mereka membahas masalah regional dan internasional yang menarik". Kemudian, beberapa hari sebelum gencatan senjata dijanjikan, India mengizinkan pesawat Khan terbang di dalam wilayah udara India.
Sebagai bagian dari negosiasi dan pertemuan di belakang layar, pejabat intelijen dari Pakistan dan India mengadakan pertemuan rahasia di Dubai pada Januari 2021, karena UEA penting bagi kedua belah pihak untuk meredakan ketegangan militer di wilayah Kashmir.
"UEA terlibat dalam de-eskalasi Kashmir dan pembentukan gencatan senjata, yang diharapkan akan mengarah pada kembalinya diplomat dan pemulihan hubungan ke tingkat yang sehat," kata Duta Besar Yousef Al Otaiba, selama obrolan virtual dengan Hoover Institution di Stanford University.
Tidak hanya itu, ini adalah tanda partisipasi aktif UEA dalam rekonsiliasi kedua musuh ini. Setelah perjanjian gencatan senjata diumumkan, Uni Emirat Arab menjadi salah satu dari sedikit negara yang menyambut baik pengumuman tersebut.
Pada saat itu, UEA mengutip "ikatan sejarah yang erat" dengan India dan Pakistan dan memuji "upaya kedua negara untuk mencapai kesepakatan ini."
UEA disaksikan memiliki sejarah perdagangan dan hubungan diplomatik dengan Pakistan dan India. Peran yang lebih meyakinkan dalam mediasi antara kedua negara terjadi pada masa pemerintahan penguasa de facto Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.
Kementerian menekankan pentingnya mematuhi gencatan senjata permanen antara kedua negara sahabat di Kashmir untuk kepentingan kedua belah pihak dan melakukan cara diplomatik melalui dialog untuk membangun jembatan kepercayaan dan juga membangun perdamaian yang abadi untuk mencapai aspirasi kedua bangsa.