Kemarin pagi adik saya yang berumur sebelas tahun menggerutu, karena semua stasiun tv menayangkan acara yang sama : Pengibaran Bendera Merah Putih! Adik saya itu marah karena tak dapat melihat acara favoritnya. Dan meski sudah dijelaskan oleh ayah dia tak mau menerima. Dia tetap berkilah, "Memangnya harus dengan upacara bendera saja cara mencintai negara ini?".
Saya tersenyum dan tertawa kecil. Ya, meski prosesi semacam ini penting untuk menghargai jasa pahlawan. Tapi bukankah mereka akan lebih tersenyum jika kita mengisi kemerdekaan dengan aksi nyata untuk bangsa ini. Dengan perbuatan-perbuatan kecil yang jika dilakukan seluruh rakyat, setidaknya akan membuat minimal 200 juta perubahan di bangsa ini.
Mengisi kemerdekaan bukan hanya dengan berupacara di istana negara. Juga bukan di kantor partai seperti mantan presiden yang memang tak bisa disalahkan, karena memang beliau pun warga negara yang bebas yang berhak menolak undangan untuk hadir dalam upacara yang dipimpin oleh bekas menterinya, yang mengalahkannya dalam dua kali pilpres.
Mengisi kemerdekaan adalah dengan melakukan apa yang saya katakan tadi sesuai dengan proporsionalitas masing-masing. Sesuai dengan apa yang menjadi profesi mereka. Tak perlu saya beri tahu apa yang harus dilakukan guru, dokter, pns, mahasiswa dan pelajar, juga presiden serta menteri-menterinya. Karena pada dasarnya kita sudah tahu job desk kita masing-masing. Kita sudah sadar apa yang harus kita lakukan dan perbuat untuk mengisi kemerdekaan ini. Cuma sayangnya masih terlalu banyak yang belum mau MELAKUKANNYA!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI