Adiyuza; Awan terbelah yang muncul di Jogja beberapa waktu lalu membuat heboh masyarakat. Terlebih setelah ditayangkan oleh program Silet di RCTI membuat masyarakat semakin heboh. Ditambah lagi beberapa hari setelah itu, muncul gempa di Jogja. Sehingga Awan Ini mulai dikait-kaitkan dengan awan bencana. Tapi benarkah ini awan bencana? ada yang berkata ya, adapula yang berkata tidak. Tapi menurut saya, ini merupakan fenomena biasa yang tak perlu dirisaukan. BMKG pun menjelaskan bahwa hal ini merupakan hal yang wajar.. Oh ya, ngomong-ngomong penjelasan, saya punya penjelasan yang menurut saya cukup logis. jika anda kurang sepakat, itu hak anda. Cahaya merambat dalam garis lurus. Bila cahaya terhalang sesuatu maka akan timbulah bayangan. Jika sumber cahayanya lemah, seperti matahari pada hari berawan, bayangan tidak kentara. Ditempat teduh tidak ada bayang-bayang, karena tempat teduh sudah merupakan bayangan sebuah benda yang menghalangi sinar matahari. Apabila suatu benda bergerak mendekati cahaya, bayang-bayang benda tersebut membesar karena benda tersebut menghalangi cahaya menjadi lebih besar, maka bayang-bayang yang timbul pun akan menjadi makin besar. Dan apabila benda menjauhi cahaya, bayang-bayang benda itupun menjadi kecil karena benda tersebut hanya menjadi penghalang yang semakin kecil. Hal ini bisa kita contohkan pada bayangan kita yang ada di tembok. jika kita mendekat, maka bayangan kita akan makin kecil. Dan jika kita menjauh, bayangan kita akan makin besar. Seperti yang saya jelaskan di atas, maka awan terbelah yang terjadi di Jogja, dapat kita ilustrasikan sebagai berikut.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI