Analisis Pertandingan: Spanyol vs Jerman di Perempat Final UEFA Euro 2024
Pada perempat final UEFA Euro 2024, Spanyol berhasil mengalahkan tuan rumah Jerman dengan skor tipis 2-1 setelah perpanjangan waktu. Pertandingan ini penuh dengan tensi tinggi dan strategi yang cerdik dari kedua tim. Berikut adalah analisis mendalam mengenai formasi dan taktik yang digunakan oleh Spanyol hingga meraih kemenangan.
Â
Formasi
Spanyol menggunakan formasi 4-3-3 yang dikenal fleksibel dalam transisi antara bertahan dan menyerang. Formasi ini memberikan mereka kekuatan untuk mendominasi penguasaan bola serta cepat beradaptasi dalam berbagai situasi di lapangan.
- Kiper: Unai Simn
- Bek: Dani Carvajal, Robin Le Normand (digantikan oleh Nacho), Aymeric Laporte, Marc Cucurella
- Gelandang: Pedri (digantikan oleh Dani Olmo), Rodri, Fabin Ruiz (digantikan oleh Joselu)
- Penyerang: Yamine Lamal (digantikan oleh Ferran Torres), lvaro Morata (digantikan oleh Mikel Oyarzabal), Nico Williams (digantikan oleh Mikel Merino)
Taktik
1.Penguasaan Bola dan Permainan Pendek
  Spanyol memainkan gaya permainan penguasaan bola yang sering disebut "tiki-taka". Mereka fokus pada umpan-umpan pendek dan pergerakan tanpa bola yang konstan untuk mendikte tempo permainan. Melalui penguasaan bola yang dominan, Spanyol memaksa Jerman untuk bertahan lebih banyak dan mencari celah di pertahanan mereka.
2. Serangan dari Sayap
  Serangan Spanyol banyak berfokus pada eksploitasi sayap dengan pemain-pemain seperti Yamine Lamal dan Nico Williams. Mereka menggunakan kecepatan dan keterampilan dribel mereka untuk mengatasi bek sayap Jerman. Gol pertama yang dicetak oleh Dani Olmo berasal dari umpan Lamal, menunjukkan efektivitas taktik ini.
3. Transisi Cepat
  Spanyol juga sangat baik dalam transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Begitu memenangkan bola, mereka langsung berusaha maju ke depan untuk memanfaatkan ruang yang ditinggalkan oleh pemain lawan yang maju. Gol kemenangan oleh Mikel Merino di perpanjangan waktu adalah hasil dari transisi cepat ini, dengan umpan silang akurat dari Dani Olmo.
4. Tekanan Tinggi
  Tekanan tinggi yang diterapkan oleh Spanyol sejak lini depan memaksa Jerman melakukan kesalahan. Dengan menekan pemain lawan yang menguasai bola, mereka berhasil merebut bola di area berbahaya dan menciptakan peluang. Strategi ini efektif dalam mengontrol tempo dan ritme permainan.
5. **Pergantian Pemain yang Tepat**
  Pelatih Luis de la Fuente melakukan pergantian pemain yang sangat strategis untuk menjaga intensitas permainan. Masuknya Dani Olmo menggantikan Pedri yang cedera memberikan dampak besar. Olmo tidak hanya mencetak gol pertama tetapi juga memberikan assist untuk gol penentu kemenangan oleh Mikel Merino. Pergantian lain seperti masuknya Joselu dan Mikel Merino juga memberikan energi baru yang signifikan di perpanjangan waktu.
 Kesimpulan
Dengan kombinasi dari penguasaan bola yang solid, transisi cepat, serangan dari sayap, dan tekanan tinggi, Spanyol mampu mengatasi perlawanan Jerman. Kemenangan ini memastikan langkah mereka ke semi-final, sementara Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka di turnamen sebagai tuan rumah. Strategi dan taktik yang diterapkan oleh Spanyol, bersama dengan eksekusi yang tepat di lapangan, menjadi kunci sukses dalam pertandingan ini.