Narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika, dan bahan berbahaya lainnya yang berpotensi memengaruhi kondisi mental dan fisik seseorang. Penggunaan narkoba tanpa pengawasan medis dapat merusak kesehatan, mengganggu kehidupan sosial, serta menimbulkan kecanduan. Jenis-jenis narkoba yang sering disalahgunakan meliputi ganja, sabu-sabu, ekstasi, heroin, dan berbagai jenis obat-obatan lainnya.
Narkoba sering menjadi ancaman besar bagi anak muda karena rasa ingin tahu yang tinggi, tekanan sosial, dan kurangnya pemahaman tentang bahaya narkoba. Selain itu, pengaruh lingkungan, keluarga, dan media sosial juga dapat meningkatkan risiko penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.
Pada awal 2024, Badan Narkotika Nasional (BNN) mengungkap kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan remaja di sebuah sekolah menengah di Jakarta. Dalam kasus ini, sebanyak 15 siswa kedapatan menggunakan narkoba jenis ganja sintetis, yang dikenal lebih berbahaya dibandingkan ganja biasa. Kasus ini menggemparkan masyarakat karena melibatkan anak-anak usia sekolah yang seharusnya fokus pada pendidikan.
Menurut keterangan BNN, ganja sintetis mudah diakses melalui platform media sosial dan sering dipromosikan dengan harga murah. Ironisnya, beberapa pelaku yang terlibat dalam penyebaran barang haram tersebut juga masih berusia muda, memperlihatkan betapa narkoba telah merasuki kehidupan anak-anak di masa remaja mereka.
Narkoba memiliki banyak dampak buruk terhadap seseorang, seperti kesehatan  fisik dan mental, Narkoba dapat merusak organ tubuh seperti hati, paru-paru, dan otak. Penggunaan narkoba dalam jangka panjang sering menyebabkan gangguan fungsi otak, seperti menurunnya daya ingat dan konsentrasi. Pada tingkat mental, narkoba bisa memicu gangguan kecemasan, depresi, hingga skizofrenia.
Gangguan Akademik dan Karier, Anak muda yang terlibat dalam penyalahgunaan narkoba cenderung mengalami penurunan prestasi akademik. Kecanduan membuat mereka kehilangan fokus dan motivasi belajar. Dalam jangka panjang, hal ini memengaruhi peluang karier mereka.
Kerusakan Hubungan Sosial dan Keluarga, Penyalahgunaan narkoba sering menimbulkan konflik dalam keluarga, menyebabkan hubungan yang renggang antara anak dengan orang tua. Selain itu, remaja pengguna narkoba sering terlibat dalam pergaulan yang salah, menjauh dari lingkungan yang positif.
Masalah Hukum, Anak muda yang terlibat dalam penggunaan atau peredaran narkoba berpotensi menghadapi sanksi hukum yang serius. Mereka dapat dikenakan pidana dan menghadapi stigma sosial yang sulit dihapuskan.
Narkoba juga memiliki dampak yang sangat buruk terhadap remaja. Tekanan Sosial Anak muda sering merasa tertekan untuk diterima dalam kelompok sosial tertentu. Dalam beberapa kasus, mereka mengonsumsi narkoba untuk menunjukkan keberanian atau "eksistensi." Kondisi Keluarga,Kurangnya perhatian dari orang tua atau lingkungan keluarga yang bermasalah menjadi faktor risiko yang signifikan. Rasa Ingin Tahu yang Tinggi Remaja cenderung mencoba hal-hal baru tanpa mempertimbangkan risiko. Ketidaktahuan tentang bahaya narkoba membuat mereka rentan menjadi korban. Akses yang Mudah, Dengan perkembangan teknologi, narkoba kini lebih mudah didapatkan melalui transaksi online yang sulit diawasi. Pendidikan dan Kesadaran Pendidikan tentang bahaya narkoba harus diberikan sejak dini, baik di sekolah maupun di lingkungan keluarga. Program pendidikan anti-narkoba harus menarik dan relevan bagi anak muda.Pengawasan Orang Tua Orang tua perlu membangun hubungan yang dekat dengan anak-anak mereka, memberikan perhatian yang cukup, dan memahami aktivitas serta pergaulan mereka.
Peningkatan Pengawasan Digital, Pemerintah dan penyedia platform digital harus bekerja sama untuk membatasi akses anak muda terhadap konten yang mempromosikan narkoba. Fasilitas Rehabilitasi Anak muda yang telah terjebak dalam penggunaan narkoba harus mendapat akses rehabilitasi yang ramah anak. Proses ini melibatkan pendekatan psikologis dan dukungan keluarga. Kampanye Sosial Kampanye sosial yang melibatkan figur publik dan media dapat membantu menyebarkan pesan anti-narkoba dengan cara yang menarik bagi generasi muda. Penegakan Hukum yang Tegas Pemerintah harus memperketat pengawasan peredaran narkoba, terutama yang menyasar anak muda. Hukuman berat bagi pengedar dan pelaku yang mengeksploitasi remaja harus diberlakukan.
Penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda merupakan ancaman serius yang memerlukan perhatian dari berbagai pihak. Kasus aktual di Jakarta menunjukkan bahwa masalah ini tidak dapat dianggap remeh. Untuk melindungi generasi muda, diperlukan pendekatan yang komprehensif, mulai dari pendidikan hingga penegakan hukum. Semua pihak---keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat---harus bekerja sama untuk menciptakan lingkungan yang bebas dari narkoba demi masa depan yang lebih baik.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI