Mohon tunggu...
Adi Inggit Handoko
Adi Inggit Handoko Mohon Tunggu... Dosen - Seseorang penghamba media sosial, Hobi denger Radio tertarik dengan isu gender

"Kau Terpelajar, Cobalah Bersetia Pada Kata Hati" (Pram, Dalam Bumi Manusia)

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Wisata "Ilir"Palembang (Bag.1)

20 Februari 2016   15:20 Diperbarui: 20 Februari 2016   16:00 75
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Wisata. Sumber ilustrasi: FREEPIK/Freepik

Palembang, merupakan salah satu kota tertua di Indonesia. Menyimpan keragaman  budaya dan kekayaan alam yang tentu saja berbeda dengan wilayah lain di Indonesia. Sebagai ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan sudah pasti bahwa Palembang menjadi kota berperadaban modern, semua pembangunan terpusat dijantung ibu kota Sumsel ini. Palembang, tidak hanya dikenal sebagai kota pempek atau terkenal karena jembatan Ampera-nya. Diluar kedua hal tersebut Palembang menyimpan kekayaan sejarah dengan bangunan khas.

Berkunjung ke Palembang, tidak afdol rasanya jika tidak berfoto di jembatan yang merupakan Ikon kota ini. Tapi jika anda belum pernah ke Palembang, maka anda tidak akan tahu bahwa disekeliling jembatan Ampera tersimpan “satu paket” wisata yang sangat menarik diantaranya: Masjid Agung Palembang, Monpera (Monumen Perjuangan Rakyat), Benteng Kuto Besak, Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, pasar 16 Ilir, dan beragam kuliner khas kota yang ada dibawah jembatan Ampera, sebagai catatan jika pengunjung ingin menikmati kuliner dengan suasana yang berbeda, pengunjung bisa mencoba makan di warung makan apung. Lumayan, bisa makan sekaligus menikmatinya diatas air sungai Musi.

Pada malam hari, Jembatan Ampera akan elok karena dihiasi lampu warna-warni yang dalam waktu tertentu akan berubah-berubah warna. Sambil menikmati suasana semilir angin sungai musi, pengunjung bisa menikmati sajian kuliner mie tek-tek yang dijual di depan Benteng Kuto Besak. Lokasi depan Benteng Kuto Besak merupakan Alun-Alun yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk bersantai, untuk mengajak buah hatinya karena jika sore hari kawasan Benteng Kuto Besak ramai dengan permainan anak-anak. Untuk kuliner dan permainan anak-anak, tenang saja. Pengunjung tidak akan mengeluarkan uang banyak, hitung-hitung juga sebagai upaya kita mendorong Usaha Kecil Menengah (UKM) warga Kota Palembang. Pada sore hari, jika pengunjung ingin membeli oleh-oleh khas Palembang (Kaos misalnya) tersedia dan dijual di halaman Benteng Kuto Besak. Sebagai catatan bahwa yang saya ceritakan diatas semua terletak di Ilir sungai Musi.

Jika pengunjung ingin menikmati suasana Jembatan Ampera dengan sisi yang berbeda, maka ada baiknya jika pengunjung mencoba melihat Ampera dari sisi Ulu sungai Musi. View  Ampera rasanya tidak akan terpotong oleh bangunan atau gedung yang menghalanginya. Dari sisi Ulu, pengunjung juga bisa menikmati Klentheng yang dihias bagus dengan cat dominan warna merah. Disisi Ulu, lokasinya memang jauh lebih sepi jika dibanding melihat Ampera dari sisi Ilir melalui Benteng Kuto Besak. Tapi tak perlu khawatir, karena nilai positifnya adalah view Ampera tidak akan terpotong.

 

 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun