Mohon tunggu...
Adian Saputra
Adian Saputra Mohon Tunggu... Jurnalis - Jurnalis

Menyukai tema jurnalisme, bahasa, sosial-budaya, sepak bola, dan lainnya. Saban hari mengurus wartalampung.id. Pembicara dan dosen jurnalisme di Prodi Pendidikan Bahasa Prancis FKIP Unila. Menulis enggak mesti jadi jurnalis. Itu keunggulan komparatif di bidang kerja yang kamu tekuni sekarang."

Selanjutnya

Tutup

Money

Urgensi Perencanaan Edukasi Buah Hati Sejak Dini

31 Oktober 2015   23:18 Diperbarui: 1 November 2015   17:36 39
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Mengapa merencanakan kebutuhan anak pada masa depan sangat penting? Pasalnya, pendidikan akan menentukan bagaimana anak mencapai masa depannya. Sukses tidaknya masa depan anak salah satunya ditunjang dengan kesiapan orangtua mempersiapkan biaya edukasinya.

Satu yang pasti, biaya pendidikan di masa depan akan melejit. Kebutuhan anak akan sekolah dan segala pernak perniknya pasti juga bertambah besar. Jika tidak dari sekarang mempersiapkan, tentu orangtua akan kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan anak di masa depan.

Maka, sungguh tepat jika dari sekarang orangtua mulai mempersiapkan biaya pendidikan anak dari sekarang.

Apa urgensi mempersiapkan biaya edukasi si kecil sejak dini.

Pertama, sedia payung sebelum hujan. Kita tahu, kebutuhan pendidikan pada masa mendatang pasti besar. Semua item dalam ranah edukasi ini akan melejit. Barangkali juga, tabungan yang sudah kita persiapkan tetap saja tak cukup. Namun, mempersiapkan adalah hal baik ketimbang tidak mempersiapkan sama sekali. Untuk itu, perencanaan ini penting.

Ketika kita sudah jauh-jauh hari mempersiapkan, ke depan tidak terlalu berat. Jika ada kekurangan, tidak bakal sebesar jika kita sama sekali tidak mempersiapkan. Orang bijak mengatakan, gagal dalam perencanaan sama saja dengan mempersiapkan kegagalan itu sendiri.

Kedua, psikologis anak lebih kuat. Anak harus diberikan pengertian bahwa orangtuanya sudah berusaha mempersiapkan asuransi atau tabungan pendidikannya. Dengan mengetahui orangtuanya sudah serius mempersiapkan, anak pun akan tertantang belajar semaksimal mungkin dan mendapat prestasi mengagumkan.

Libatkan anak juga dalam hal ini. Misal, saat kita menunaikan kewajiban simpanan per bulan, anak-anak diajak. Biarkan mereka yang berbicara dengan agen asuransi. Dengan begitu, anak mendapat edukasi betapa pentingnya masa depan sampai orangtua mesti mengeluarkan dana besar untuk itu.

Pelibatan anak menjadi penting karena mereka bisa diarahkan untuk masa depan sesuai dengan potensi mereka. Anak yang sudah terlihat talenta olahraganya, bisa diarahkan untuk menjadi atlet profesional. Demikian pula anak yang sudah kelihatan bakat seninya, bisa diarahkan. Sehingga, biaya pendidikan ini akan berbanding lurus dengan potensi anak.

Ada banyak kejadian, orangtua memaksakan kehendak kepada anak. Anak mesti menurut apa yang orangtua idam-idamkan. Padahal yang nanti menjalankan adalah anak-anak. Maka itu, dalam konteks biaya pendidikan ini, anak mesti tahu dan sudah diarahkan bertanggung jawab atas pilihan sekolah dan profesinya di masa mendatang.

Ketiga, memaknai nilai uang. Ada yang bilang, buat apa menabung atau menyisihkan sebagian gaji atau penghasilan untuk pendidikan anak. Toh, uang yang dijadikan investasi itu nilainya berkurang. Katakanlah 10 tahun uang baru bisa ditangguk, semua harga melejit. Biaya pendidikan sudah inflasi berlipat-lipat. Padahal sesungguhnya tidak demikian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun