Mohon tunggu...
Acik Mdy
Acik Mdy Mohon Tunggu... ibu rumah tangga -

Love flower, love gardening. Love what you grow, and what you love will grow.\r\n\r\nhttp://acikmdy-garden.blogspot.com\r\nhttp://acikmdy-recipe.blogspot.com\r\nhttp://acikmdy-journey.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Catatan

Biaya Hidup di Singapura

26 Mei 2012   23:20 Diperbarui: 25 Juni 2015   04:44 14203
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Saya percaya, telah banyak tulisan-tulisan yang membahas tentang biaya hidup di Singapura. Karena memang referensi biaya hidup tentu sangat dibutuhkan bagi mereka yang akan pindah dan tinggal di Singapura, tak terkecuali bagi kami, saya dan suami. Informasi tentang itu, tentu sangat kami butuhkan saat itu.

Akhir tahun 2011, suami diterima bekerja di sebuah perusahaan IT di Singapura. Pertama yang kami lakukan sebelum pindah, adalah mencari informasi berapa biaya hidup di Singapura. Yang kami pegang saat itu, adalah pengalaman suami yang pernah dikirim oleh kantornya ke Singapura selama beberapa hari, itupun ditahun 2010.

Yang kami tahu saat itu, bahwa untuk biaya makan sehari-hari untuk satu bulan, bisa mencapai $S 1000 untuk dua orang per bulan. Dengan asumsi, sekali makan $S 5 per orang. Jadi, bisa dihitung untuk satu orang, sehari makan tiga kali sudah $S 15. Dikalikan tigapuluh hari sudah jelas berapa biaya makan dalam satu bulan untuk dua orang. Itu baru biaya makan, belum lagi ditambah biaya lainnya, seperti kebutuhan sehari-hari lainnya, sebagai contoh misalnya sabun mandi, pasta gigi, shampoo, sabun cuci.

Sementara, untuk sewa tempat, kami anggarkan $S 1000 juga perbulan. Dengan kualifikasi, master bedroom, dan bisa cooking, dan tidak lupa dan harus, yaitu bersih tempatnya. Anggaran $S 1000 untuk sewa tempat atas dasar informasi dari teman yang sudah lebih dulu pindah ke Singapura. Ada memang sewa tempat dengan harga dibawah $S 500 , tapi biasanya seperti asrama dan untuk para single lebih cocoknya. Untuk kami yang sudah berkeluarga, tentu pilih yang lebih private. Terutamanya bagi saya pribadi, ada dapurnya, sehingga bisa cooking kapanpun saya mau.

Singapura, memang telah dikenal dengan biaya hidupnya yang mahal, dan kami sadar akan hal itu, dan telah bersiap-siap dengan budget yang telah diperhitungkan, menurut kami. Tetapi, ada hal yang membuat kami terkejut setelah pindah. Sesuatu hal yang tak pernah kami perkirakan sebelumnya, ternyata biaya hidup tak semahal yang kita bayangkan. Biaya hidup, tergantung dari gaya hidup masing-masing orangnya. Itu berlaku dimanapun kita tinggal, tak terkecuali Singapura.

Mulai dihitung dengan seksama setiap pengeluaran, tujuannya satu, untuk mengetahui dengan pasti biaya yang dikeluarkan tiap bulan setelah pindah ke Singapura. Agar semua pengeluaran bisa diatur tiap bulannya. Tentu saja yang paling saya perhatikan adalah biaya makan sehari-hari. Ini sangat penting. Tapi bukan berati pengeluaran yang lainnya tidak penting, seperti biaya transportasi dan pulsa.

Saya memilih untuk masak sendiri untuk makan sehari-hari. Masak sendiri lebih murah dibandingkan membeli makanan diluar, selain itu juga kebersihan makanan tetap terjaga, pengolahannya kita tahu karena kita sendiri yang masak, dan yang terpenting bisa makan dengan makanan sesuai selera lidah Indonesia. Sehingga pengeluaran tiap bulan hanya $S450. Dengan rincian, $S 200 untuk belanja sayuran, artinya $S 50 perminggu untuk belanja sayur, karena saya belanja sayur-mayur satu minggu sekali. $S 200 untuk kebutuhan rumah tangga lainnya, contohnya sabun cuci, sabun mandi, pembersih lantai, dll. Sedangkan $S 50 untuk cadangan, mungkin jika ingin jajan diluar, mencoba makanan ataupun minuman Singapura, seperti teh ice, ice lemon tea, rose tea, rujak India, soto singapura, kare India, dengan catatan tiap hari minggu saja tentunya untuk jajan berupa makanan. Kalau minuman bisa sering-sering beli. Dan catatan, bahwa $S 450, itu sudah termasuk dengan bekal makan siang suami.

Beragam sayur-mayur bisa dipilih untuk dijadikan menu tiap minggunya, mulai dari kacang panjang, brokoli, sawi putih, bayam, kangkung, buncis, daun ketela, beragam jamur, wortel, dan masih banyak yang lainnya. untuk belanja sayuran saja, tiap minggu cukup mengeluarkan biaya antara $S 20 sampai $S 30. Jadi jika belanja sayur tiap minggu di budget $S 50, artinya tidak hanya sayur-mayur dan bumbu masakan saja yang dibeli, tapi juga bisa membeli yang lain, bisa roti, nata de coco, minuman kaleng, buah, telur, bakso, sosis, ataupun ikan. Harga sayur rata-rata 60 cent, jika ada harga sayur diatas $S 1 , biasanya sayur organik, contohnya kangkung organik harganya $S 1,7.

Sementara untuk kebutuhan rumahtangga yang lainnya, kita harus lebih cermat. Kalau di Indonesia, sabun cuci dengan ukuran 2kg, itu sudah paling besar. Jangan kaget, di Singapura semuanya serba jumbo. Mau itu sabun cuci, shampoo, conditioner, pelembut pakaian, pembersih lantai, semua ukuran jumbo, 1kg sabun cuci, itu ukuran paling kecil, dan sangat jarang dijumpai. Jadi, harus tahu berapa gram kebutuhan sabun cuci perbulannya, harus tahu juga berapa ml kita butuh shampoo perbulannya. Sehingga pembelian bisa teratur dan terencana dengan baik. Misal, sewaktu di Jakarta setiap bulannya saya butuh 1,4kg sabun cuci. Karena di Singapura ukurannya jumbo semua, maka pembeliannya bisa diatur dua bulan sekali.

Untuk sewa tempat, seperti yang telah saya sebutkan diatas, bahwa kami mencari yang master bedroom, kamar mandi sendiri, bisa masak, artinya ada dapurnya. Dan kami bersyukur, setelah melalui masa pencarian yang panjang dan melelahkan dan hampir putus asa, akhirnya mendapatkan tempat yang kami inginkan, dengan biaya sewa per bulan $S 875, dengan rincian heavy cooking, master bedroom, kamar mandi sendiri, termasuk listrik, air, serta gas, sudah masuk dalam harga sewa $S875. Dan bersyukurnya lagi hanya kami yang sewa, karena hanya ada dua kamar, satu kamar dipakai yang punya, satunya lagi yang kami sewa. Memang harus ektra sabar dalam urusan mencari tempat tinggal di Singapura. Kalau ingin sesuai dengan keinginan kita, maka harus mau bersusah payah melihat satu persatu tempat yang ada diiklan. Karena ada juga yang diiklankan master bedroom, tapi kamar mandi berbagi dengan penghuni yang lain. Harus hati-hati memilih tempat dan dilihat dengan seksama detailnya.

Untuk transportasi, tentu MRT andalan kami, baik itu keteta ataupun bus. Untuk biaya transportasi, suami biasa mengunakan MRT untuk kekantor setiap hari. Setiap bulannya mengisi kartu MRT, atau lebih tepatnya kartu ez-Link, sebesar $S 70 sampai $S 100 , untuk suami. Dan kartu ez-Link saya sendiri, paling hanya diisi $S 10 saja sudah cukup. Karena saya si jarang bepergian menggunakan MRT. Karena semua yang saya butuhkan dekat tempat tinggal, jalan sebentar sudah sampai. Seperti pasar, klinik, mall, food stall, sampai perpustakaan serta sarana olahraga. Dan untuk pulsa rata-rata $S 50 per orang.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Catatan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun