Kemampuan Indonesia untuk bisa menjadi salah satu pemain otomotif dunia agaknya mulai  terlihat. Hal  itu di dasarkan kondisi saat ini, selain  Indonesia masuk peringkat ke-2 negara  di Asean penjual mobil roda empat (R4).  Kualitas Indonesia pun mulai di perhitungkan dalam memproduksi komponen kendaraan berkualitas.Â
Bicara soal kemampuan Indonesia menjadi salah satu pemain otomotif global, memang hal itu bukan sekadar isapan jempol semata. Karena dengan beberapa prestasi  yang saat ini di capai  Indonesia, tidak mustahil akan terwujud.  Terlebih saat  ini, Indonesia adalah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar. Inilah salah satu potensi bisnis yang menarik untuk di jalankan.
Ambil contoh  dua keunggulan yang bisa  memperlihatkan potensi  Indonesia, khususnya terkait kemampuannya dalam industri otomotif. (1) Meskipun Indonesia negara berkembang, nyatanya analisa Frost & Sullivan menyatakan bahwa, ada sekitar 80 kendaraan dari per 1.000 orang di Indonesia. (2) Wuling Motor ( wuling) dalam kurun waktu 1 tahun berhasil menjual 13.170 unit.
Kemampuan Wuling Motors ( wuling) itu sendiri memang cukup menarik perhatian pelaku bisnis otomotif di Indonesia. Bukan karena apa, Â keberadaannya di Indonesia masih kurang dari 1 tahun ( Agustus 2017) -- Juni (2018). Namun produsen ini mampu memberikan kinerja terbaiknya, sehingga kinerja penjualannya cenderung meningkat dengan jumlah dealer saat ini ada 71.
Memang majunya industri otomotif di Indonesia tidak terlepas dari peran industri turunan yang ada di sektor otomotif. Betul, industri komponen kendaraan, pada akhirnya menjadi salah satu trigger penting dalam menunjang perkembangan industri otomotif. Sehingga tidak berlebihan jika di kawasan Asean saat ini Indonesia mampu memimpin pasar dalam penjualan R4
Sekalipun baru dalam taraf kawasan Asean, namun dengan memperlihatkan tren yang  terjadi dalam wilayah Indonesia. Dimana dalam 2 tahun terakhir saja, angka penjualan kendaraan  meningkat cukup tinggi dari 1.079 juta unit (2017) menjadi 1.151 juta unit ( 2018).  Hal ini semakin membuktikan bahwa ke depan, Indonesia mampu berbicara di kawasan Asia bahkan dunia.
Tingginya angka penjualan kendaraan bermotor, memang selaras dengan angka produksi kendaraan  yang ada di  Indonesia. Jika kondisinya di tahun 2017 sudah mencapai 1.177 juta unit, maka di tahun 2018 lalu meningkat 3,31% menjadi 1.216 juta unit.  Kondisi inilah yang akhirnya  membawa  Indonesia berada di posisi ke-2 negara penghasil kendaraan di Asean.
Keberhasilan Indonesia sebagai salah satu potensi baru dalam industri otomotif skala Asean. Pada akhirnya memang bukan karena peran pelaku industrinya semata, namun peran pemerintah terkait juga besar. Kondisi itu terlihat dari pernyataan yang di berikan Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian bahwa sektor otomotif jadi salah satu sektor unggulan di Era Industri 4.0
Pernyataan Menteri Perindustrian tersebut jelas membawa dampak positif  bagi para pebisnis secara nasional. Karena dalam sebuah acara Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS)2019, Airlangga menyatakan bahwa akan masuk dua industri otomotif dunia dengan nilai investasi Rp50 triliun.
Kondisi diatas pada akhirnya memang menjadi angin segar bagi pelaku industri otomotif di  Indonesia, bahwa ke depan akan semakin baik. Tidak saja membaik karena kondisi makro ekonomi dan  dukungan pemerintah terkait.  Tetapi juga karena saat ini Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar di dunia.
Terkait dukungan positif pemerintah, beberapa program berikut bisa jadi dasar kenapa Indonesia bisa menjadi pemain otomotif dunia. (1)Pengembangan industri komponen otomotif di Kawasan Industri Pulogadung untuk pelaku KUKM (2)Pemerintah secara konsisten terus membangun jaringan infrastruktur  jalan (3) Agenda rutin pameran otomotif GIIAS yang terus di gelar per tahun.