KIRANYA perlu diketahui apa itu rezeki. Sesungguhnya rezeki yang dianugerahkan Tuhan kepada seluruh umatnya tidak melulu uang sebagaimana dipahami sebagian banyak orang. Sejatinya rezeki merupakan kesatuan dari kesehatan, sahabat atau saudara, pekerjaan, uang, serta tercukupinya kebutuhan primer, sekunder, dan tersier.
Kesehatan merupakan rezeki tertinggi. Dengan tubuh dan jiwa yang sehat (tidak sakit), maka manusia akan dapat bekerja (berkarya) secara maksimal di dalam mendapatkan rezeki berupa upah. Sebaliknya bila tubuh dan jiwa mengalami sakit, manusia akan susah untuk bekerja (berkarya) dan mendapatkan upah. Selain itu, manusia tidak akan bisa menikmati rezeki yang diperolehnya. Lidahnya terasa pahit untuk menikmati makanan lezat. Hatinya tidak merasa senang, walaupun memiliki banyak uang, rumah mewah, mobil mahal, perhiasan berkilauan, dan lainnya. Sebab itu, kesehatan yang merupakan rezeki termahal itu harus dijaga setiap saat.
Sahabat atau saudara merupakan rezeki yang keberadaannya tidak bisa dipandang sebelah mata. Melalui sahabat atau saudara, manusia akan  mendapatkan pertolongan di saat menghadapi kesulitan. Mendapatkan pekerjaan ketika sedang menganggur. Sebab itu, peran sahabat atau saudara dapat dijadikan sebagai jembatan untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Pekerjaan merupakan rezeki yang sangat bermanfaat untuk mendapatkan upah. Dengan upah, manusia dapat mencukupi kebutuhan pribadi dan keluarga. Sebab itu, bekerja harus dilakukan secara profesional. Dengan demikian, manusia akan memeroleh upah yang sepadan.
Uang merupakan rezeki yang fungsinya sekadar sebagai alat untuk memenuhi kebutuhan primer (papan, pangan, dan sandhang), sekunder, dan tersier. Mengingat uang yang diperoleh melalui kesehatan jiwa-raga hanya sarana, maka harus dipergunakan dengan bijak. Karena ketidakbijakan di dalam menggunakan uang justru mengundang petaka yang merugikan diri sendiri.
Tercukupinya kebutuhan primer, sekunder, dan tersier dianggap sebagai rezeki. Namun sebelum memenuhi kebutuhan sekunder dan tersier, penuhi dahulu kebutuhan primer. Karenanya gunakan uang dengan bijak yakni dengan memertimbangkan bahwa kebutuhan pokok lebih diutamakan ketimbang kebutuhan sekunder dan tersier.
Apa yang disampaikan di muka merupakan sedikit pengetahuan tentang hakikat rezeki. Rezeki dari Tuhan yang harus disyukuri. Sungguhpun rezeki tidak sebesar yang didambakan. Dengan senantiasa bersyukur kepada Tuhan, rezeki akan selalu ditambahkan-Nya.Â
- Sri Wintala Achmad-
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI