Tulisan ini ingin menjawab tentang tulisan kompasianer Trie Yas yaitu, Korban Kekerasan Seksual, Kenapa Perempuan?
Selama ini yang beredar dalam pemberitaan adalah Kasus Kekerasan Seksual pada Wanita atau perempuan namun dibalik kasus itu ada banyak kasus yang terjadi pelecehan atau kekerasan seksual yang dialami oleh anak-anak lelaki. Contoh yang paling heboh saat ini adalah kasus yang terjadi di sekolah JIS yang melibatkan tersangkanya adalah Clenning Service atau Office Boy. Dalam kasus ini yang menjadi korbannya adalah anak lelaki yang masih berusia di bawah umur.
Meskipun alasan terjadinya tindak kekerasan seksual bervariasi, setidaknya terdapat dua penyebab utama yang dapat memicu seseorang melakukan tindak pelecehan seksual kepada anak di bawah umur dilihat dari sudut pandang teori perkembangan manusia (human development). Faktor utama yang dipercaya sebagai pemicu seseorang berperilaku seks menyimpang dengan melibatkan anak sebagai korbannya adalah faktor trauma yang berkepanjangan.
Efek trauma yang melekat di dalam jiwa sang anak tersebut sebagai akibat dari ketidakmampuan anak dalam melakukan perlawanan terhadap pihak yang telah melakukan tindakan kekerasan terhadapnya. Efek trauma yang tertanam pada jiwa sang anak tersebut akan berkembang menjadi luapan emosi jiwa atau bahkan dapat tumbuh menjadi penyakit psikologis saat anak tersebut berkembang menjadi individu dewasa.
Tingkatan Kasus Kekerasan Seksual Pada Anak LelakiÂ
Berdasarkan catatan tahunan Komisi Perlindungan Anak Indonesia, pada 2012 jumlah korban anak yang mengalami kekerasan seksual ada 256 orang. Lalu pada 2013 jumlahnya meningkat menjadi 378 orang.Â
Erlinda mengatakan, dari pantauan lembaganya  mayoritas korban kekerasan seksual adalah anak laki-laki dengan perbandingan persentase 60 persen anak laki laki dan 40 persen anak perempuan. Adapun profil pelaku di hampir semua kasus sama, yakni orang-orang terdekat anak. (sumber : Empat Bulan, 200 Anak Jadi Korban Kekerasan Seks).
Bila melihat data tersebut sungguh sangatlah miris dimana korban adalah mayoritas dari kejahatan seksual tersebuat anak laki-laki. Bila korban anak perempuan masih tergolong normal namun bila terjadi pada anak lelaki maka ini sudah menjadi kebobrokan moral atau penyimpangan pada si pelaku. Kasus Pedofilia di Indonesia merupakan kasus Pedofilia tertinggi di Asia.Â
Pada masa Nabi Luth memang sudah ada sebuah kaum yaitu kaum Sodom yang mana pada kaum ini menghalakan hubungan sesama jenis. Dan kejadian pada kaum Sodom ini mengingkatkan kita pada kasus LGBT yang mana kini makin merebak di Indonesia.Â
Kelain seks yang dialami si pelaku sangatlah memalukan, karena di Indonesia yang kental dengan budaya Timurnya. Sudah sepatutnya Indonesia memberantas kasus yang menyimpang dan kebobrokan moral anak-anak Indoensia.
Pedofilia