Mohon tunggu...
Abdurrofi Abdullah Azzam
Abdurrofi Abdullah Azzam Mohon Tunggu... Ilmuwan - Intelektual Muda, Cendikiawan Pandai, dan Berbudaya Asia Afrika
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Jangan pernah lelah mencintai Indonesia menjadi negara adidaya di dunia. Email Admin : axelmanajemen@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Politik

Anies - RK Melakukan Politik Bubur Diaduk Vs Tidak Diaduk

26 Februari 2022   15:57 Diperbarui: 26 Februari 2022   16:06 214
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Anies dan RK lakukan politik bubur. Sumber gambar: detik.com

Abdurrofi Abdullah Azzam membeberkan sejumlah pencapaian politik bubur diaduk vs tidak diaduk antara Anies Rasyid Baswedan (Anies) dan Ridwan Kamil (RK) mengundang minat anak muda ke politik bubur.

Di balik rasa bubur yang sedap, tekstur lembek, temperatur hangat dan bubur ayam sering kali menimbulkan persoalan bagi Gubernur DKI Jakarta dan Gubernur Jawa Barat mengenai bubur ayam diaduk vs bubur ayam tidak diaduk.

Menurut Abdurrofi Abdullah Azzam, bubur termasuk makanan pagi yang sudah tersedia baik di Jakarta atau Jawa Barat sejak dulunya, kedua masyarakat memang suka bubur ayam hingga pejabat menjadikan bubur sebagai komoditas politik.

Anies-RK memang sepakat bubur diaduk menjadi dasar kesepakatan bersama untuk pemerataan bumbu di setiap porsi yang dinikmati karena tanpa pemerataan rasa tidak akan merata begitu juga pembangunan Indonesia.

Cara makan bubur ayam lebih mengarah pada "merata" daripada "tidak merata". Kenapa seperti itu?

Ini karena bubur berfungsi sebagai karakter pejabat membangun pemerataan untuk rakyat tidak hanya melayani sudah sejahtera tapi memberdayakan belum sejahtera dengan kehangatan kepemimpinan yang santun, teduh, dan kolaboratif.

Agar lebih mudah dikonsumsi, makanan tersebut dibuat cair seperti sup begitu juga kebijakan agar mudah dikonsumsi publik harus berpihak semua kalangan dan menguntungkan semua kalangan mudah ditelan  dalam pemerataan.

Anies-RK sering menekankan pentingnya pemerataan akses dan peningkatan mutu baik sumber daya manusia, infrastruktur dan glorifikasi kejayaan Indonesia agar terus menjadi bangsa tumbuh, berkembang, dan terdepan dengan mengenal bangsa sendiri.

Mengenal bangsa sendiri adalah proses dan hubungan timbal balik antara seseorang dengan dirinya sendiri sebagai bangsa pelaut mampu mengembalikan kejayaan Nusantara 5.0 sebagai bangsa maritim yang besar dan disegani bangsa lain di dunia.

Berbekal kemampuan politik bubur dengan sumber daya yang dimilikinya, kewenangan yang dimilikinya, dan niat suci maka ke depan Pemerintah provinsi DKI Jakarta dan Jawa Barat optimis akan mampu mengembalikan kejayaan Indonesia dengan pemerataannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun