Aku mau mati
dengan pisau-pisau kamar berdiri tegak
dalam celengan besi melingkar tanpa harap
Ah mending aku mati saja.
Sudah kecewa dengan pisau yang enggan bergerak.
Benci juga dengan diri yang tak sanggup bertindak.
Atau, biar kutancap saja tubuh ini padanya?
Siapa takut.Â
Jelang malam ini, aku masih lebih menusuk dan mematikan untuk hidupku. Daripada pisau tolol payah hanya menganga tak kunjung sergap mangsanya.
Ambil sini. Kasihan kau kelamaan menahan dahaga. Hajat darah segalon bakal kau dapat dari mana. Kau kira aku lupa hari-hari itu. Biar sekalian, ini jadi persembahan terakhir padamu. Pada-Mu juga!Â
Apa Kau lihat-lihat?Â
Apa aku terlaknat?
 Mana mungkin Kau melaknat.Â
Aku ini hendak sedekah. Pada pisau. Pada-Mu.Â
Jangan salahkan perilakuku. Semoga Kau terima.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI