Mohon tunggu...
Aa Yusuf
Aa Yusuf Mohon Tunggu... Wiraswasta - Memorandum of patience

Menulis, menulis - membentuk

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Sebahagian; Percakapan

11 Januari 2021   21:43 Diperbarui: 11 Januari 2021   21:44 208
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

I

 \\ Sebelum pintu surau terbuka

    Orang-orang mencium bau kopi

    Lorong, sempit tak terlalu panjang

    Harapnya mereka, menerka

    Kondisi licin, sedikit ber-air

    Angin sendu, mendayu lalu

    Didalam, rencana mereka tak bersuara

    Takut ketahuan

 

II

\\ Mesopotamia,

    Dalam ingatan, terhindar dari segala

    Keringanan itu sebuah nuktah

    Bagi jiwa-jiwa yang senantiasa ragu

    Sungguh,

    Penantian

 

III

\\ Goda’an

    Orang-orang lalu bersumpah

    Lumbung padi, tentu menutupi

    Kematian

   Sebagai sebuah ilusi, tiupan halusinasi

   Sendiri

 

IV

\\ Ja·wab

    Sembari mengenali huruf – huruf

    Kursi tua, retak, bergoyang hampir rapuh

    Badan lusuh, dahi penuh peluh

    Sembarang lap, untuk mengusap

    Tersandar badan yang tergopoh

    Menunggu pejalan

    Berhenti, sembari bernafas normal

    Lagi

    Sedikit ajaib

 

V

\\ Yaa Muqalibal qulub

   Seandainya, memang bumi itu dari serpihan

   Sebutir pasir dalam sebuah anggapan

   Mungkin Sawerigading

   Dalam segala epic cerita la galigo

   Tak begitu indahnya

   Panjang nan mahsyur

 

VI

\\ Tak·dir

    Adalah Kemudi Ketuhanan, Kendali Ke’esaan

    Hampir setiap yakin

    Dari kemanusiaan itu sendiri

    Mampu hilang, butuh makan

    Mesti dirawat

    Seperti sayur, atau ikan

    terkadang

 

VII

\\ Mestinya

   Benar atau tidak,

   Diuji dalam segala situasi,

  --

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
  7. 7
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun