Cuaca sungguh-sungguh bersahabat dihari pertama bulan suci Ramadhan 1439 H Â kali ini. Beberapa hari menjelang bulan suci Ramadhan terik mentari cukup menyengat dan lumayan mengganggu bagi mereka yang banyak melakukan aktifitas terlebi diluar ruangan. Semoga saja ini bagian dari anugerah yang maha kuasa bagi mereka yang sedang menjalankan serta menunaikan ibadah puasa. Alhamdulilah.
Bersahabatnya cuaca teduh seperti ini kita anggap "bonus" dari Allah. Maklum, bagi mereka awal berpuasa pastilah masih rada- rada kaget dan menyesuaikan diri. Sekalipun sebelumnya sudah mulai-mulai latihan dibulan syaban sebelumnya untuk puasa kecil-kecilan, sebagai bekal pengantar awal puasa.
Aura puasa diawal ramadhan sudah mulai kerasa "khusyuk, sejuk dan teduh" mengikuti ritme aliran cuaca yang sesunggunya. Anak-anak sekolah yang masih libur sekolah guna menyambut datang nya Ramadhan semakin menambah kesan semarak bulan suci ini.
Jika menengok cuaca sebenernya temperature mencapai 32 derajat Celsius seperti yang ditunjukkan dalam aplikasi cuaca diperangkat saya, yang harusnya panas menyengat. Tapi syukur Alhamdulilah Allah memayungi dengan awan-awan yang meneduhkan sehingga mentari terkesan cuman bekerja dengan kekuatan separoh tenaga saja. Alhamdulilah sekali lagi Alhamdulilah ya Allah syukur kupanjatkan atas kehadiratmu.
Puasa pertama pengen nya sesuatu dibikin special, terencana dan fokus. Sekalipun godaan diluar sana tentu  tiak akan luput yang namanya  halangan dan rintangan. Namun jika tanpa godaan dan tantangan bukan puasa namanya tapi rekreasi, yang adanya hepi, makan-makan dan seru-seruan.
Berbukalah Dengan Yang Manis
Berbukalah dengan yang manis bukanlah slogan dari salah satu iklan produk minuman teh semata. Namun baginda Rasullulah Sallalalahu Alaihi Wasalam pun menganjurkan hal demikian juga. Dengan menyegerakan berbuka namun bukan dengan makanan-makanan yang besar lagi barat yang nantinya hanya bisa memberatkan saat kita menjalankan ibadah sholat maghrib berikutnya.
Rasullulah senantiasa menyegerakan berbuka langsung begitu datang nya waktu maghrib. Rasullulah menyegerakan berbuka dengan takjil bukan memulainya dengan makanan-makanan yang berat yang sering dilakukan oleh kebanyakan orang pada umumnya yang kurang memahami dalam adab berpuasa. Perlu diketahui takjil Rasullulah adalah beberapa biji kurma dan beberapa teguk air, dan setelah itu beliau menyegerakan untuk mengerjakan shoat Magrib terlebih dahulu.
Kurma Terbaik Ada Di Ampel
Kawasan tersebut tidak hanya terkenal dan mashyur atas peninggalan masjid dari Sunan Ampel semata. Namun disitu kita bisa berkuliner sekaligus berburu takjil. Terlebih dibulan suci Ramadhan seperti ini kawasan tersebut sangat ramai dikunjungi.