Sepulang dari Safari Ramadan itu baru terasa malunya.
Buka Puasa Sebelum Beduk MagribÂ
Pengalaman ini masih hangat. Tahun lalu. Waktu itu ada kegiatan menulis sehingga aku dan istriku harus menginap di hotel. Sejak pukul lima petang kami pesan meja untuk berbuka. Setengah enam kami sudah tiba di lantai dua, di restoran hotel.
Ternyata banyak yang berbuka. Meja penuh. Aku dan istriku segera memilih menu di prasmanan. Segelas kolak dan es teh manis. Cukuplah buatku. Setiba di meja, aku langsung melahap kolak.Â
"Belum waktunya buka, Yang," kata istriku.
Aku menjawab sambil makan, "Sudah, Nda."
"Belum!"
"Sudah, Nda."
Istriku tampak masih ragu. Tetapi ia mengikutiku. Baru saja ia meraih gelas kolaknya, seorang petugas hotel mendatangi kami.
"Maaf, Pak, belum waktunya buka puasa."
Aku terjelengar, istriku tertawa. Pantas mata orang-orang tertuju padaku. []