Mohon tunggu...
Y ANISTYOWATIE
Y ANISTYOWATIE Mohon Tunggu...

Berusaha menemukan solusi permasalahan bangsa, blog saya: www.anisjasmerah.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Money

Begini Caranya “Mempertahankan” Pak Arcandra Tahar !

18 Agustus 2016   12:48 Diperbarui: 18 Agustus 2016   12:55 488
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
timesindonesia.co.id

Pak Arcandra telah menggegerkan Indonesia. Masyarakatpun terbelah. Ada yang setuju beliaunya tetap menjadi menteri , dan ada yang tidak setuju. Kalau saya sih tetap tidak setuju, karena  bagi saya pejabat negara  itu bukan hanya harus cerdas dan jujur.  Tetapi juga harus memiliki kepedulian kepada rakyat Indonesia, memiliki keuletan perjuangan dalam memegang idealismenya, dan paham permasalahan bangsanya. Mempertahankan status WNI adalah bagian dari perjuangan yang luar biasa bagi mereka yang tinggal di luar negeri. Lihatlah Pak Habibie !

Kalau hanya  orang yang cerdas, tidak jujur, dan prakmatis; sebenarnya di dalam negeri  ini banyak sekali.  Inilah yang mengakibatkan negeri  kita terpuruk !

Tetapi banyak juga yang membela Pak Arcandra, katanya orang cerdas yang disia-siakan. Mau mengabdi kepada negara ditolak. Padahal di AS gajinya luar biasa ditinggalkan, dan rela jadi menteri di Indonesia yang gajinya sedikit.

Kalau memang beliaunya benar-benar ingin mengabdikan dirinya untuk kejayaan bangsa Indonesia, kita usulkan kepada Pak Jokowi untuk membuat Pertagas jadi BUMN yang mandiri. Kemudian Pak Arcandra diangkat jadi direkturnya. Apabila Pak Arcandra benar-benar ingin mengabdikan dirinya untuk bangsa Indonesia, pasti dia tidak akan menolak. Nanti keahliannya bisa tetap diaplikasikan di sana. Bukankah berbakti kepada negara itu tidak harus menjadi menteri ?

Bagi negara Indonesiapun juga tidak bermasalah, karena kalau posisi direktur perusahaan itu yang penting adalah menghasilkan efisiensi. Kalau anak bangsa sendiri tak mampu membuat kinerja perusahaan migas bisa efisien, kenapa kita tak mencari direktur  dari warga negara asing yang berkualitas? Tapi kalau  yang asli warga negara asing, kemungkinan besar mereka pasti tidak mau dan pasti “dilarang” oleh negaranya.  

Kalau yang memiliki darah Indonesia, dengan  rasa nasionalisme yang masih dimilikinya,  pasti dia akan mau. Sebab kebahagiaan orang itu, ada yang tidak sekedar memiliki materi yang berlimpah saja. Ada juga yang merasa bahagia, kalau bisa berguna bagi  masyarakat banyak. Menjadi direktur BUMN Pertagas, itu di antaranya.  Dengan demikian Pertamina dan Pertagas bisa bersaing secara sehat kemudian yang diuntungkan yaitu rakyat Indonesia. Bagaimana  ?

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun