Artikel

Bola

Mari Hormati Lagu Kebangsaan Lawan di SEA Games


HL | 20 November 2011 | 22:06 Dibaca: 26993   Komentar: 112   3 dari 5 Kompasianer menilai inspiratif

13218161081538204612

Pebulutangkis Singapura tampak berkaca-kaca saat lagu kebangsaannya disoraki suporter Indonesia

Tidak hormat pada Lagu Kebangsaan kepada mana-mana pasukan yg bertanding adalah sikap tidak bertamadun ~ kurang lebih seperti itulah tweet dari salah satu pendukung calon lawan kita di final sepakbola SEA Games esok, Malaysia. Saya selaku manusia berpaspor Indonesia tentunya sedikit terdiam membaca tweet pendek itu. Kita tentu ingat bagaimana nyaris tidak pernah leluasa atlit negeri jiran itu mendengar lagu kebangsaan mereka dengan khidmat di ajang yang konon merupakan event untuk mempererat persahabatan bangsa-bangsa asia tenggara ini.

Wajar lah, mereka rival kita ~ sebesit bisikan dari makhluk merah bertanduk di pundak kiri saya, memberi pembenaran atas perlakuan kita tadi. Oke, saya terima sampai kemarin alasan itu, meski saya tahu itu salah. Tapi pandangan saya langsung berubah 180 derajat setelah menyaksikan final tunggal putri bulutangkis yang dimenangkan Singapura. Rival berat kita jugakah mereka? Berhak kah kita melecehkan lagu kebangsaan mereka?

Berikut petikan berita  media utama di Singapura:

….the 5,000-strong crowd showed their displeasure by booing the 21-year-old Singaporean, and drowned out “Majulah Singapura” by singing the Indonesian anthem during the medal ceremony. (Channel News Asia, Singapura)

Ya, kita sebagai bangsa lewat event SEA Games ini pun telah memiliki “citra” baru sebagai bangsa yang tidak bisa menghormati lagu kebangsaan negara lain.Hal yang sama juga dialami Vietnam dalam semifinal sepakbola kemarin ataupun Thailand di pertandingan sebelumnya. Namun “korban” utama perbuatan tidak beretika itu tentulah tetap sang negeri semenanjung melayu, yang hampir di seluruh event selalu dicemooh lagu kebangsaannya.

…..An editorial in the Malaysian Star railed against the “shame” of Indonesian fans jeering Malaysia’s national anthem during the group game — a feature of this year’s Games. (Bangkok Post, Thailand)

SEA Games adalah ajang reginal antar negara, dimana liputan berita akan menyebar ke seantero ASEAN, bahkan mungkin asia. Minggu ini kita setaraf dengan Korea Utara yang karena sentimen sejarah telah menyoraki lagu kebangsaan Jepang dalamajang Pra Piala Dunia telah menyebar beritanya ke seantero dunia.

Di negara lain saat lagu kebangsaan lawan  dikumandangkan, maka Stadion selalu sepi……budaya kita beda sih dengan yang lain. Saya tidak habis pikir, kenapa lagu kebangsaan negara lain pasti di-boo di sini. Apa kita memang tidak seberetika itu? Salah satu bentuk sportivitas adalah bersikap sopan pada saat lagu negara lain diperdengarkan di kandang kita. Jika negara lain mampu melakukannya pada lagu kebangsaan kita…kita juga bisa. Berdirilah pada saat lagu kebangsaan lain diperdengarkan, dan menyanyilah saat Indonesia Raya berkumandang.

Sebagai penutup, izinkan saya kembali mengutip artikel dari berita luar negeri:

Winning is important but it isn’t everything. Certainly, there must be honour and respect. Open hatred towards your guests is totally unacceptable and a complete disgrace. Shame on the hostile crowd who does not understand the spirit of friendship. (the star, Malaysia)

Mari, final sepakbola nanti juga disiarkan ke negara-negara ASEAN lainnya. Apakah kita mau dianggap sebagai bangsa yang tidak beradab? Marilah kita hormati lagu kebangsaan lawan, siapapun lawan kita.

 
Tulis Tanggapan Anda
Guest User

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: