bergerak seiring pucuk-pucuk rumput hijau
terhampar di sepanjang garis mata memandang
dari bibir mereka tampak seperti sedang meracau
namun sejatinya seuntai kata doa dipanjatkan
gema suara rumput menjalar ke segala penjuru dusun
sepasang sayap burung pun tak mampu lagi terbang
sejuk terasa di dalam jiwa seraya meminta ampun
menjalin asa 'tuk kembali kepada jalan yang terang
bersama tabir lembayung yang terjurai dari langit
menambah teduh suasana mengitari alam sekeliling
ada seikat ilalang yang memeluk batin yang sakit
kini mereka perlahan rebah di pelukan kasih sayang
rumput-rumput terus bergoyang seirama lagu hening
mengeja setiap asma suci pemilik alam semesta raya
dari sudut matanya pun menetes butiran air bening
mengisyaratkan kepasrahan kepada sang Maha Pencipta
dari dalam batin terpancar auara menghapus segala noda
jiwa yang sederhana senantiasa bersemayam dalam raga
tak hirau gemerlap cahaya kehidupan yang menyilau
mampu bertahan dalam ruang sempit di sudut surau
hidup hanyalah sejenak luangkan waktu yang tersisa
berkemas diri menjelang pintu gerbang perjalanan abadi
berharap secercah cahaya di balik kerlip bintang di angkasa
sambil menunggu datangnya waktu yang akan segera diakhiri
@donibastian - 14/06/2015
ilustrasi gambar : lumbungpuisi.com
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana. Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI